Senin, 28 Oktober 2019

kesehatan gigi3



Gambar terkait









OUTLINE PENELITIAN

Nama               : Maria Filomena Da Costa De Jesus
Nim                 : P13374522519115
Prodi               : D-IV Keperawatan Gigi
Judul Skiripsi  : Analisis Faktor Risiko Penyakit Gigi Dan Mulut Yang Ditinjau Dari Diagnosis Keperawatan Gigi Di  Puskesmas Srondol Selama Tahun 2019
Kata Kunci 1
Kata Kunci 2
Kata Kunci 3
Factor Risiko
Penyakit Gigi Dan Mulut
Diagnosis keperawatan gigi dan mulut

1.      Latar Belakang
Kata Kunci 1 (factor Resiko )
Kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan menurut Ketua PB PDGI drg. Farichah Hanum, M.Kes, kesehatan gigi dan mulut juga memengaruhi setiap aspek dalam kehidupan kita seperti hubungan personal, percaya diri maupun menikmati makanan. Namun, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa baru 2,3 persen masyarakat Indonesia yang menyikat gigi di waktu yang disarankan. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah gigi yang jika dibiarkan akan menjadi serius. ada beberapa faktor risiko yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya adalah Rendahnya sosial-ekonomi / pendidikan, Kebiasaan & gaya hidup, infeksi bakteri .
a)      Rendahnya sosial-ekonomi / pendidikan seseorang à mengakibatkan perilaku masyarakat yang belum menyadari pentingnya kesehatan gigi mulut (berdasarkan hasil survei SUSENAS 22,8% penduduk tidak menyikat gigi ; 77,2% sisanya menyikat gigi namun hanya 8,1% yang menyikat gigi tepat waktu), tidak memakai pasta gigi berfluoride.

b)      Kebiasaan & gaya hidup :       - pola makan  
                                                                         - kebiasaan merokok 
                                                                         - konsumsi alkohol berlebihan
                                                                         - bad oral hygiene
                                                                        - tidak menggunakan pelayanan kesehatan
c)      Infeksi bakteri

Kata Kunci 2 (Penyakit Gigi Dan Mulut)
Penyakit gigi dan mulut merupakan urutan ke sembilan dari sepuluh penyakit terbesar dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.482 kunjungan yang terdiri dari 62,8 % berusia lebih dari 15 tahun, dan 37,2 % kunjungan usia < 15 tahun, kunjungan pasien ke poli gigi umumnya menderita ganguan gigi dan mulut,43,9 % diantaranya menderita karies gigi, dan 56,1 % lainnya menderita ganguan periodontal.
Penyakit Gigi dan Mulut merupakan faktor risiko dan fokal infeksi penyakit sistemik. Seseorang dikatakan tidak sehat bila tidak memiliki gigi-mulut yang sehat. Paradigma Kesehatan Gigi Masyarakat Mengupayakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat adalah sebuah strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kenyataan rendahnya kesadaran akan pentingnya merawat dan menjaga kesehatan gigi bagi masyarakat memiliki konsekwensi logis yaitu meningkatnya penyakit gigi dan mulut terutama karies atau gigi berlubang, meningkatnya penyakit gusi (Gingivitis) karena penumpukan karang gigi, bau mulut (Holitosis) abses (Gusi bengkak). Kesadaran masyarakat Indonesia di daerah terpencil ataupun masyarakat yang tinggal di perkotaan tidak memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dalam rangka terjaminya kualitas hidup. kehilangan gigi biasanya dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa, padahal kehilangan gigi justru akan menurunkan fungsi pengunyahan makanan yang tidak optimal. Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui manfaat dan fungsi gigi dan mulut yang sebenarnya. Gigi dan mulut memiliki fungsi yaitu : mengunyah dan melunakkan makanan, sebagai bagian dari fungsi pengucapan sehingga seseorang dapat berbicara dengan baik dan benar, serta sebagai bagian dari penampilan seseorang agar tampak menarik.
Kata Kunci 3 (Diagnosis Keperawatan Gigi Dan Mulut)
Dalam pelayanan asuhan keperawatan gigi, diagnosis dapat diartikan sebagai analisis dari penyebab dan sifat dari suatu masalah dan atau situasi atau suatu pernyataan mengenai solusinya . Miller memperkenalkan suatu konsep dari diagnosis keperawatan gigi ( Dental Hygiene Diagnosis) sebagai “ Bentuk yang tepat untuk mengambarkan ekspresi dari kemampuan pembuatan keputusan dan penilaian dari perawatan gigi”. Diagnosis adalah suatu proses berpikir kritis berdasarkan data – data klinis klien yang dianalisa dan ditandai oleh sebuah pernyatan diagnosa.
Darby & Walsh (2003) mengemukakan suatu teori diagnosa keperawatan gigi sebagai bagian dari proses diagnosa keperawatan gigi yang menggunakan teori kebutuhan manusia  dengan penekanan kepada 8 kebutuhan manusia dari klien yang berhubungan dengan perawatan gigi. Mengunakan teori kebutuhan manusia sebagai kerangka kerja konsepnya Diagnosa Keperawatan Gigi adalah suatu identifikasi dari tidak terpenuhinya kebutuhan manusia dari pasien yang berhubungan dengan perawatan gigi. Diagnosa keperawatan gigi menurut Darby and Walsh (2005) ini dibuat oleh seorang perawat gigi professional yang mempunyai lisensi dengan mengidentifikasi factor-faktor actual maupun potensial dari ketidak terpenuhinya kebutuhan manusia dari pasien.
Sedangkan Wilkins (2005) mengemukakan sebuah teori diagnosis keperawatan gigi yang berdasarkan teori Dental Hygiene Care. Diagnosa keperawatan gigi menurut Wilkins (2005) diformulasikan berdasarkan kondisi masalah aktual dan atau potensi masalah yang ditemukan dalam rongga mulut klien (pasien) yang dapat dicegah, diminimalisir, atau diatasi dengan tindakan perawatan mandiri atau perawatan kolaboratif (rujukan).
Lebih jelasnya diagnosa keperawatan gigi ini ditulis berdasarkan masalah, faktor risiko masalah dan atau signs (tanda-tanda) kelainan/penyakit dan disebutkan pula kemungkinan etiologinya berdasarkan seluruh data dari hasil pengkajian





Diagnosa Keperawatan Gigi ditegakkan berdasarkan :
a)      Pengambilan Data – Data klien/pasien yang akurat
b)      Mengidentifikasi adanya masalah atau ketidak terpenuhinya kebutuhan manusia yang berhubungan dengan kesehatan mulut yang dapat dipenuhi oleh proses keperawatan gigi.
c)      Perilaku penting untuk perencanaan dan implementasi keperawatan gigi yang efektif dan mengevaluasi hasilnya (keluarannya)

Penegakan  diagnosa keperawatan gigi termasuk mengidentifikasi hal-hal sebagai berikut :
a)      Masalah aktual dan masalah potensial yang berhubungan dengan kesehatan atau penyakit mulut klien/pasien
b)      Faktor-faktor yang menyebabkan masalah dan faktor-faktor risiko yang mungkin mempengaruhi
c)      Bukti-bukti yang mendukung diagnosa keperawatan gigi
d)     Kekuatan klien yang dapat mendukung klien dalam mencegah atau mengatasi masalah
e)      Fokus terhadap prioritas perawatan

Proses Diagnosis Keperawatan Gigi
Proses diagnosis keperawatan gigi adalah suatu pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan dalam kerangka pelayanan keperawatan gigi. Diagnosis keperawatan gigi adalah langkah esensial dalam proses keperawatan gigi. Membantu perawat gigi dalam memfokuskan ilmu pengetahuannya dalam proses inti pelayanan keperawatan gigi untuk keuntungan klien dan kerjasama dengan dokter gigi.
Tujuan-tujuan dikembangkan bersama dengan klien dan diperoleh dari data dasar yang ditegakkan dari pemeriksaan dan proses diagnosis. Tujuan-tujuan menunjukkan bagaimana klien dapat merubah dirinya untuk dapat mempunyai kondisi rongga mulut ang lebih sehat berdasarkan tindakan promosi, pemeliharaan dan restorasi dari kesehatan /kenyamanan mulut. Perencanaan, Intervensi keperawatan gigi dan klien outcomes (hasil akhir) dipandu oleh diagnosis keperawatan gigi.



2.      Rumusan Masalah
Bagaimanakah Analisis Faktor Risiko Tejadinya Penyakit Gigi Dan Mulut Yang Ditinjau Dari Diagnosis keperawatan Gigi  Di Puskesmas Srondol Selama Tahun 2019
3.      Tujuan
a.       Tujuan Umum
Untuk Menganalisis Factor Resiko Terjadinya Penyakit Gigi Dan Mulut Yang Ditinjau Dari Diagnosis Keperawatan Gigi  Di Puskesmas Srondol Selama Tahun 2019
Tujuan Khusus
1)      Untuk mengetahui distribusi frekuensi penyakit jaringan keras gigi yang meliputi karies mencapai email, karies mencapai dentin, karies mencapai pulpa dan karies mencapai akar
2)      Untuk mengetahui distribusi frekuensi penyakit jaringan penyangga gigi yang meliputi gingivitis, periodontitis
4.      Manfaat penelitian
a.       Bagi Peneliti
Skripsi ini akan menambah pengetahuan bagi penulis untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan penyakit gigi dan mulut, sehingga nantinya akan di jadikan acuan bagi masyarakat, baik sekarang maupun de masa mendatang
b.      Bagi Jurusan Keperawatan Gigi
Sebagai referensi tambahan tentang Analisis Faktor Risiko Tejadinya Penyakit Gigi Dan Mulut Yang Ditinjau Dari Diagnosis keperawatan Gigi  Di Puskesmas Srondol Selama Tahun 2019 sehingga nantinya bisa diadakan penelitian yang lebih mendalam









  

0 komentar:

Posting Komentar